Tanda Tanda Haji Mabrur

23 Desember 2019
  • SHARE

Haji mabrur menurut bahasa adalah haji yang baik atau yang diterima oleh Allah SWT. Sedangkan menurut istilah syar’i, haji mabrur ialah haji yang dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, dengan memperhatikan berbagai syarat, rukun, dan wajib, serta menghindari hal-hal yang dilarang (muharramat) dengan penuh konsentrasi dan penghayatan semata-mata atas dorongan iman dan mengharap ridha Allah SWT.


Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW memberikan penjelasan terkait pahala atau balasan bagi jamaah haji yang mendapatkan predikat mabrur.


الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya :

“Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga,” (HR Bukhari).

Predikat mabrur memang hak prerogatif Allah SWT untuk disematkan kepada hamba yang dikehendaki-Nya. Tetapi seseorang yang dapat meraih haji mabrur pasti memiliki ciri-ciri tersendiri.

Rasulullah SAW juga pernah memberikan kisi-kisi tanda atau ciri-ciri bagi setiap orang yang mendapatkan predikat mabrur hajinya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya.


قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ؟ قال: "إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ

Artinya, “Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?’ Rasulullah menjawab, ‘Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.’” 

Walaupun hadits ini divonis munkar syibhul maudhu’ oleh Abu Hatim dalam kitab Ilal ibn Hatim, tetapi ada riwayat lain yang marfu’ dan memiliki banyak syawahid. Bahkan divonis Shahihul Isnad oleh Al-Hakim dalam kitab Mustadrak-nya, walaupun Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.

Sebagaimana dikutip Imam Badrudin Al-Aini dalam Umdatul Qari-nya.


سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه

Artinya, “Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’


Al-Hakim berkata bahwa hadits ini sahih sanadnya tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

” Dari dua hadits di atas bahwa sebagian dari tanda mabrurnya haji seseorang ada tiga.

Pertama, santun dalam bertutur kata (thayyibul kalam).

Kedua, menebarkan kedamaian (ifsya’us salam).

Ketiga, memiliki kepedulian sosial yaitu mengenyangkan orang lapar (ith‘amut tha‘am)


Dari tiga ciri ini, bisa disimpulkan bahwa predikat mabrur yang diraih oleh seorang yang telah menjalankan ibadah haji sebenarnya tidak hanya memberikan dampak terhadap kehidupan orang tersebut, melainkan juga berdampak besar kepada sisi sosial di lingkungan orang yang berangkat haji tersebut. Wallahu a‘lam. 


paket umroh 2020, paket umroh, travel umroh , paket umroh 2019, travel umroh terbaik, travel haji dan umroh, travel umroh terpercaya, babul kabah, babulkabah international travel, paket umroh turki, travel domestik, travel umroh jakarta, travel umroh terbaik di jakarta, umroh turki, biaya umroh 2020 bandung, biaya umroh 2020 surabaya, biaya umroh 2020 medan, biaya umroh 2020 semarang, biaya umroh 2020 solo, biaya umroh 2020 cirebon, biaya umroh 2020 tangerang, biaya umroh 2020 palembang, biaya umroh 2020 jakarta, biaya umroh 2020 bogor, biaya umroh 2020 klaten, biaya umroh 2020 purbalingga, biaya umroh 2020 yogya, biaya umroh 2020 depok, biaya umroh 2020 makassar, paket umroh, travel umroh, umroh 2020, travel umroh terbaik, travel umroh terpercaya, babulkabah international travel, Manasik, Haji, Umrah







KANTOR CABANG

Silakan pilih kantor cabang dari kota berikut

Bantul Kabupaten, DIY

Jl. Babadan No.6 RT 030 Kel. Banguntapan, Kec. Banguntapan Kab. Bantul, Yogyakarta

082210999233

ADA PERTANYAAN?

Anda memiliki pertanyaan dan keluhan? Sampaikanlah kepada Kami